0856.322.2029 Khitan Sejak Bayi Terbaik || Mranggen Khitan Center

Khitan atau sirkumsisi adalah suatu prosedur medis yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh kulup penis. Khitan pada bayi memiliki banyak manfaat dalam jangka panjang dan ini merupakan prosedur medis yang umum dilakukan di banyak negara di seluruh dunia.
Dokter di Mranggen Khitan Center memberikan informasi tentang beberapa manfaat khitan bagi bayi diantaranya adalah:
Penurunan risiko infeksi saluran kemih (ISK)
ISK adalah salah satu infeksi yang sering terjadi pada bayi laki-laki, terutama di tahun pertama kehidupan mereka. ISK parah atau berulang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal bahkan infeksi aliran darah. Namun dengan dilakukan khitan pada bayi, risiko ISK dapat ditekan, karena setelah khitan, bakteri tidak dapat berkembang biak pada permukaan kulup penis.
Proses sunat pada bayi laki-laki membuat kulit pada penis menjadi lebih ekspos dan tidak tertutup oleh kulit ini. Dalam kondisi ini, sulit bagi bakteri atau kotoran untuk bersembunyi, karena kulit yang terbuka menjadi lebih mudah dibersihkan dan lebih mudah dijaga kebersihannya. Jika kulit disekitar kepala penis tidak dibersihkan dengan baik, bakteri dan kuman dapat berkembang dan menyebabkan iritasi kulit, infeksi dan bau.
Dokter di Mranggen Khitan Center memberikan informasi yaitu infeksi saluran kemih terutama terjadi akibat bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran kencing. Pada bayi laki-laki, kulup atau kulit yang menutup kepala penis dapat memungkinkan bakteri terjebak di bawah lipatan kulit. Hal ini kemudian dapat menyebabkan perkembangan infeksi pada saluran kemih. Oleh karena itu, dengan melakukan khitan maka kulit yang menutupi kepala penis akan dihilangkan, sehingga mengurangi risiko infeksi saluran kemih pada bayi laki-laki.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Journal of Urology menunjukkan bahwa pria yang melakukan khitan memiliki tingkat infeksi saluran kemih yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak menjalani khitan. Seorang anak yang menjalani khitan di usia yang lebih muda kemungkinan akan mengurangi risiko infeksi pada anak tersebut di masa depan. Namun, meskipun khitan dapat membantu mengurangi risiko infeksi saluran kemih, tetap saja ada beberapa faktor risiko yang harus diwaspadai, seperti kebersihan penis yang buruk, kurang mengonsumsi air putih, dan penyakit tertentu yang dapat memperburuk risiko infeksi. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pembersihan yang sesuai pada penis bayi laki-laki setelah khitan, serta melakukan tindakan pencegahan lainnya untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih.
Penurunan risiko tertular HIV
Penyebaran penyakit menular seksual seperti HIV, herpes genital, dan sifilis dapat dipengaruhi oleh keberadaan kulup pada penis. Kulup menjadi area tempat tumbuh subur bagi bakteri dan virus. Oleh karena itu, dengan dilakukannya sirkumsisi pada bayi, kemungkinan tertular penyakit melalui kontak seksual akan berkurang.
Dokter di Mranggen Khitan Center memberikan pengertian yaitu kulup penis adalah bungkus atau lipatan kulit yang menutupi ujung kepala penis, dan berfungsi melindungi kepala penis dari gesekan dan iritasi. Namun, lipatan kulit ini juga dapat menjadi area yang sangat lembab dan menjadi tempat bagi bakteri dan virus. Beberapa infeksi menular seksual, seperti herpes genital, sifilis, dan HIV, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menyebar pada daerah yang lembab.
Dalam hal ini, khitan pada bayi memiliki manfaat dalam menurunkan risiko tertular penyakit menular seperti HIV dan beberapa penyakit lain yang ditularkan melalui kontak seksual. Setelah dilakukan khitan, kulup atau lipatan kulit di atas kepala penis dihapus, sehingga meningkatkan pembukaan kepala penis. Peningkatan pembukaan kepala penis kemudian mengurangi area di mana bakteri dan virus dapat berkembang biak, karena lingkungan menjadi lebih kering.
Dalam beberapa penelitian, khitan ditemukan dapat membantu menurunkan risiko tertular infeksi menular seksual, termasuk HIV. Namun, walaupun khitan dapat membantu mengurangi risiko tertular infeksi menular seksual, tidak menjamin sepenuhnya untuk meminimalkan risiko tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya tetap dilakukan upaya pencegahan seperti penggunaan kondom untuk meminimalkan risiko tertular penyakit menular seksual, terutama bagi orang yang aktif secara seksual.
Penurunan risiko kondisi kulit
Dokter di Mranggen Khitan Center memberikan informasi tentang penurunan resiko kondisi kulit yang memengaruhi penis, seperti phimosis: Phimosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan penis yang tidak dapat ditarik ke belakang. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak. Ketika khitan dilakukan pada bayi laki-laki, kulit yang menutupi kepala penis atau kulup dapat dihilangkan sehingga kondisi seperti phimosis tidak akan terjadi di masa depan.
Dalam hal ini, khitan pada bayi dapat membantu mencegah kondisi phimosis. Ketika dilakukan khitan, bagian kulup penis yang menutupi kepala penis atau glans diangkat. Setelah khitan, kepala penis menjadi lebih terbuka dan mudah dicuci, yang mengurangi risiko terjadinya infeksi dan masalah kesehatan lainnya. Risiko phimosis pada pria yang disunat membantu meningkatkan kesehatan genital dan mengurangi kemungkinan penyebaran infeksi serta masalah kesehatan lainnya di masa dewasa.
Namun demikian, bukan tidak mungkin bahwa khitan berkaitan dengan risiko komplikasi seperti infeksi, perdarahan, atau komplikasi bedah lainnya seperti overcut atau und=ercut. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memastikan khitan dilakukan oleh dokter atau praktisi terampil dan berpengalaman yang dapat meminimalkan risiko tersebut.
Penurunan risiko terjadinya kanker penis
Khitan juga dapat membantu mengurangi risiko kanker penis. Kanker penis terjadi ketika sel-sel pada penis menjadi ganas dan tumbuh secara abnormal. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa khitan pada bayi dapat mengurangi risiko terjadinya kanker penis di masa depan.
Kanker penis adalah jenis kanker langka yang mempengaruhi penis dan dapat sangat berbahaya jika tidak diobati dengan tepat. Risiko kanker penis lebih tinggi pada orang yang tidak disunat, karena kulup penis merupakan area tempat berkembang biak bakteri dan virus.
Dokter di Mranggen Khitan Center memberikan informasi tentang dilakukannya khitan pada bayi, risiko terjadinya kanker penis dapat ditekan, karena prosedur khitan dapat menghilangkan bungkus kulit, kulup atau jaringan preputial bagian dalam yang beberapa kali menjadi tempat berkembangnya infeksi, menyebabkan risiko kanker pada penis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa khitan pada bayi dapat mengurangi risiko terjadinya kanker penis di masa depan.
Selain itu, dengan dilakukannya khitan, penis menjadi lebih mudah dibersihkan dan bebas dari kotoran serta penyakit yang berkembang pada lingkungan yang lembap, sehingga risiko infeksi dan peradangan juga dapat ditekan.
Meskipun risiko terjadinya kanker penis dapat ditekan dengan khitan pada bayi, orang tua tetap harus memastikan bahwa prosedur khitan dilakukan secara benar dan steril oleh tenaga medis yang terlatih dan berkualitas, untuk menghindari risiko infeksi atau komplikasi medis lainnya.
Penurunan risiko kanker serviks
Wanita yang memiliki pasangan yang disunat memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker serviks. Hal ini disebabkan karena kulit yang menutupi kepala penis merupakan area potensial untuk pertumbuhan bakteri dan virus, dengan dilakukannya khitan risiko terjadinya infeksi pada area penis dapat dikurangi dan risiko penularan pada pasangan perempuan juga dapat turun.
Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada leher rahim. Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), yang biasa ditularkan melalui aktivitas seksual. Walaupun jarang terjadi, pasangan laki-laki yang tidak disunat dapat menjadi pembawa dan penyebar HPV pada pasangan seksual perempuan.
Dokter di Mranggen Khitan Center memberikan informasi tentang khitan pada bayi dapat membantu mengurangi risiko pasangan perempuan terkena kanker serviks. Karena kulup penis adalah area tempat berkembang biak HPV, oleh karena itu dengan melakukan khitan pada bayi maka kulup penis yang menjadi tempat berkembang biak HPV dapat dihilangkan.
Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara sunat dan penurunan risiko kanker serviks pada pasangan perempuan. Ketika pasangan pria disunat, risiko penyebaran HPV ke pasangan perempuan berkurang secara signifikan dibandingkan dengan pasangan pria yang tidak disunat. Oleh karena itu, bagi pasangan yang telah dilakukan khitan, maka risiko terkena kanker serviks dapat ditekan.
Namun, meskipun khitan dapat membantu dalam menurunkan risiko kanker serviks pada pasangan perempuan, ini tidak menjamin sepenuhnya bahwa risiko tersebut dapat dihindari sepenuhnya. Ada beberapa faktor lain yang juga berpengaruh pada risiko terkena kanker serviks, seperti faktor lain yang berkaitan dengan perilaku seksual, gaya hidup serta vaksin yang disarankan oleh tenaga medis. Oleh karena itu, keberhasilan dalam mencegah kanker serviks bergantung pada pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi antara pasangan dan tenaga medis.
Walaupun khitan pada bayi memiliki banyak manfaat, tetap ada risiko seperti infeksi pada area khitan, pendarahan dan luka atau cacat pada penis jika prosedur tidak dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki keahlian dan pengalaman mengenai khitan pada bayi.
0856 – 322 – 2029
Jl. Kangkung Mranggen
